Nih Terharu,,Perkataan Bapak Ini Menciptakan Setiap Orang Malu!
Perkataan Bapak Ini Membuat Setiap Orang Malu!
Tepat pukul 7 malam,orang renta murid mulai masuk ke dalam ruangan kelas di sekolah. Beberapa orang renta terlihat penuh sopan santun,ada juga orang renta yg kelihatannya sombong,ada juga yg terlihat sangat berhati-hati.Pada ketika guru mulai menutup pintu dan mulai berbicara,pintu yg gres saja ditutup terbuka kembali perlahan-lahan,seorang laki-laki paruh baya,badannya kotor penuh dengan bubuk terlihat dibalik pintu.Dengan wajah yg tersenyum ia meminta maaf alasannya yaitu tiba terlambat.
Guru itu berkata : "Permisi, Anda siapa...... "
Pria paruh baya itu berkata :" Saya yaitu ayah dari Wang, Zhi-Hao "
Guru itu terlihat kaget,tapi segera meminta laki-laki itu menandatangani buku kehadiran. Ayah dari Wang, Zhi-Hao dengan muka yg tertunduk berkata :"Maaf, Pak Guru,saya tidak sanggup membaca dan menulis...... "
Para orang renta murid lainnya terdengar ada yang mulai menertawakan, sang guru tersebut pun berkata : " Tidak mengapa, saya yg akan membantu anda tanda tangan...... "
Kemudian guru tersebut mulai menjelaskan, tujuan diadakannya rapat orang renta murid yaitu semoga setiap orang renta sanggup saling menyebarkan pengalaman perihal bagaimana cara mendidik anak serta balasannya selama mendidik anak. Ada 2-3 orang renta murid membagikan pengalaman mereka dalam mendidik bawah umur mereka,yaitu bagaimana mereka mendidik anak mereka dengan ketat, semoga mereka mau menulis pr mereka,membantu bawah umur mereka mencarikan guru les tambahan......
Pada ketika guru tersebut meminta ayah dari Wang, Zhi-Hao utk berbicara,ia memperkenalkan," Wang, Zhi-Hao yaitu seorang murid contoh dengan nilai terbagus di kelas.Pelajaran matematika selalu beroleh nilai terbaik,ia tidak pernah terlambat,selalu bersikap baik terhadap sebagian temannya.Mari sama-sama kita dengarkan bagaimana ayah dari Wang, Zhi-Hao mendidik anaknya. "
Tidak sedikit orang renta murid lainnya tampak kaget.Bapak yg tidak bakir namun memiliki anak yg hebat.
Ayah Wang, Zhi-Hao dengan agak sedikit canggung mulai berjalan ke depan.Ia sedikit tertunduk,tidak begitu berani menatap mata para orang renta murid lainnya.
Ini perkataannya :
Saya tidak sekolah,tidak sanggup membaca dan menulis,saya tidak tahu bagaimana cara-cara ahli mendidik anak. Saya hanya suka bercakap-cakap dengan anak saya.Anak saya bahagia jongkok di samping saya pada ketika saya bekerja.Saya tidak menawarkan uang jajan kepada anak,ia tidak bermain internet,juga tidak belanja macam-macam. Dia sering di rumah membantu saya mencuci pakaian.
Setelah simpulan berbicara,dia membungkuk utk menawarkan hormat kepada sang guru! Orang renta murid lainnya terpaku tak bergeming,hati mereka sangat tersentuh oleh perkataannya.
Ayah ini meskipun tidak memiliki pendidikan yg tinggi dan tidak dalam keadaan ekonomi yg cukup,tetapi ia sangat hormat kepada guru.Dia juga bahagia menemani anaknya.Ini yaitu caranya bagaimana ia berhasil dalam mendidik anak!
Kehadirannya menarik perhatian orang renta murid lainnya.Dia mengenakan pakaian kerja yg udah luntur serta penuh bercak cat.Celananya pekat dengan debu,dia menggunakan sepatu boot yg penuh dengan lumpur.Dia kelihatan ibarat gres pulang dari kerja bangunan.
Guru itu berkata : "Permisi, Anda siapa...... "
Pria paruh baya itu berkata :" Saya yaitu ayah dari Wang, Zhi-Hao "
Guru itu terlihat kaget,tapi segera meminta laki-laki itu menandatangani buku kehadiran. Ayah dari Wang, Zhi-Hao dengan muka yg tertunduk berkata :"Maaf, Pak Guru,saya tidak sanggup membaca dan menulis...... "
Para orang renta murid lainnya terdengar ada yang mulai menertawakan, sang guru tersebut pun berkata : " Tidak mengapa, saya yg akan membantu anda tanda tangan...... "
Kemudian guru tersebut mulai menjelaskan, tujuan diadakannya rapat orang renta murid yaitu semoga setiap orang renta sanggup saling menyebarkan pengalaman perihal bagaimana cara mendidik anak serta balasannya selama mendidik anak. Ada 2-3 orang renta murid membagikan pengalaman mereka dalam mendidik bawah umur mereka,yaitu bagaimana mereka mendidik anak mereka dengan ketat, semoga mereka mau menulis pr mereka,membantu bawah umur mereka mencarikan guru les tambahan......
Pada ketika guru tersebut meminta ayah dari Wang, Zhi-Hao utk berbicara,ia memperkenalkan," Wang, Zhi-Hao yaitu seorang murid contoh dengan nilai terbagus di kelas.Pelajaran matematika selalu beroleh nilai terbaik,ia tidak pernah terlambat,selalu bersikap baik terhadap sebagian temannya.Mari sama-sama kita dengarkan bagaimana ayah dari Wang, Zhi-Hao mendidik anaknya. "
Tidak sedikit orang renta murid lainnya tampak kaget.Bapak yg tidak bakir namun memiliki anak yg hebat.
Ayah Wang, Zhi-Hao dengan agak sedikit canggung mulai berjalan ke depan.Ia sedikit tertunduk,tidak begitu berani menatap mata para orang renta murid lainnya.
Ini perkataannya :
Saya hanya suka melihat anak saya mengerjakan PR nya.Setiap kali sepulang kerja, tidak perduli seberapa capeknya saya, saya niscaya akan duduk disamping ia utk melihatnya mengerjakan PR yg ada.
Suatu hari, anak saya bertanya kepada saya, "Ayah,setiap hari kau melihat saya mengerjakan PR,apakah kau mengerti apa yg saya sedang kerjakan? "
Saya berkata "Saya tidak mengerti." Kemudian anak saya bertanya :" Ayah, bila kau tidak mengerti bagaimana kau tahu saya mengerjakannya dengan benar atau tidak? "
Saya berkata : "Seandainya kau mengerjakannya dengan cepat,maka saya tahu bahwa soal ini sangat gampang ; bila kau menyalakan kipas angin,mengambil minum,maka saya tahu bahwa soal tersebut susah. "
Saya seorang buruh bangunan.Suatu kali saya mengangkat wajah saya dan melihat bangunan tinggi yg saya bangun, saya bertanya kepada anak saya,apakah kau mau tinggal di rumah yg tinggi, yg besar, rumah yg indah? Mengendarai kendaraan beroda empat bagus? Anak saya menganggukkan kepalanya.Saya berkata :" Oleh alasannya yaitu itu kau harus berguru dengan baik.
Saya tidak sekolah,tidak sanggup membaca dan menulis,saya tidak tahu bagaimana cara-cara ahli mendidik anak. Saya hanya suka bercakap-cakap dengan anak saya.Anak saya bahagia jongkok di samping saya pada ketika saya bekerja.Saya tidak menawarkan uang jajan kepada anak,ia tidak bermain internet,juga tidak belanja macam-macam. Dia sering di rumah membantu saya mencuci pakaian.
Setelah simpulan berbicara,dia membungkuk utk menawarkan hormat kepada sang guru! Orang renta murid lainnya terpaku tak bergeming,hati mereka sangat tersentuh oleh perkataannya.
Ayah ini meskipun tidak memiliki pendidikan yg tinggi dan tidak dalam keadaan ekonomi yg cukup,tetapi ia sangat hormat kepada guru.Dia juga bahagia menemani anaknya.Ini yaitu caranya bagaimana ia berhasil dalam mendidik anak!

0 Response to "Nih Terharu,,Perkataan Bapak Ini Menciptakan Setiap Orang Malu!"
Posting Komentar