Nih Pentingnya Menjaga Verbal Dalam Islam

Kultum singkat wacana menjaga lisan,Keutamaan menjaga lisan,Bahaya mulut dalam islam,Cara menjaga mulut semoga tidak menyakiti orang lain,Kisah menjaga lisan,Kata bijak menjaga lisan,hadits menjaga mulut dan perbuatan-Terkadang kita secara tidak sadar mengeluarkan kata-kata yang menyinggung orang lain, yang kita sendiri tidak pernah menyadarinya menyebabkan dendam dan sakit hati kepada orang lain, yang terkadang kita hanya berniat bercanda atau bergurau saja, tetapi menyebabkan efek yang negatif.
Cara menjaga mulut semoga tidak menyakiti orang lain Nih Pentingnya Menjaga Lisan Dalam Islam
Doa menjaga mulut dan hati

Islam selalu menganjurkan kita untuk menjaga tutur kata kita, mengontrol tutur kata kita, semoga kita termasuk golongan orang-orang yang selamat. Ada banyak perumpaan yang sering kita dengar untuk mulut (perkataan), diantaranya ;

1. Mulutmu yaitu harimaumu

2. Lidah lebih tajam daripada pedang

3. Lidah tak bertulang, dan masih banyak lagi...

Kenapa menjaga mulut atau tutur kata menjadi sangat penting, terkadang lantaran mulut kita semua saling bertengkar, lantaran mulut dapat menyebabkan fitnah, lantaran mulut dapat menyebabkan dendam, dan masih banyak lagi dampaknya. Itu sebabnya mengapa kita harus selalu menjaga mulut kita.

Ada sebuah dongeng wacana seseorang anak muda yang suka marah, hampir tiap hari ia murka dan setiap ia murka ia mengeluarkan kata-kata berangasan dan menyakitkan. Sang ayah kemudian mencari cara untuk menyadarkan anaknya yang suka murka tersebut.

Suatu hari sang ayah menyiapkan sebungkus paku untuk anaknya. Kemudian ditemuinya anak tersebut sambil menyerahkan bungkusan paku tersebut,......

Anak : Apa ini ayah…..?? kenapa ayah memberiku paku..? (Tanya sang anak sambil heran)

Ayah : Ini paku anakku.

Anak : Kenapa ayah memberiku paku, untuk apa?

Ayah : Anakku…jika kau sedang murka atau emosi, maka pakukan paku ini ke pagar halaman belakang. (Perintah sang ayah sambil memberi isyarat kepada sang anaknya)

Tanpa banyak bertanya lagi sang anak menjalankan perintah ayahnya.

Keesokan harinya, datang saatnya sang anak marah, kemudian di pakukan paku tersebut ke halaman belakang, bahkan setiap ia murka ia pakukan lagi paku-paku tersebut ke pagar halaman belakang.

Akhirnya tibalah waktu dimana sang anak merasa dirinya benar-benar dapat mengendalikan amarahnya dan tidak gampang kehlilangan kesabarannya. Kemudian ia memberitahukan hal ini kepada ayahnya. Tetapi ayahnya malah menyuruhnya unutuk mencabut paku-paku yang sudah ia tancapkan ke pagar halaman belakang rumah tersebut, sehabis beberapa hari ia berhasil mencabut paku-paku tersebut sampai habis. Kemudian sang ayah berkata kepada anak tersebut :

Ayah : hmmmmm….selamat anakku engkau sudah berhasil dengan baik.

Anak : terima kasih ayah…(jawab sang anak dengan merasa bangga)

Ayah : tetapi….coba lihatlah lubang-lubang kecil bekas paku tersebut, walau sudah kau cabut pakunya tetapi lubang tersebut tidaklah hilang.

Anak : ia benar ayah…

Ayah : anakkku…ini yaitu pelajaran buat kita, buat kau dan buat ayah, setiap kau murka atau mengeluarkan kata-kata yang tidak baik ketika marah, atau setiap kita bertutur kata maka hendaklah berhati, setiap kau menyampaikan sesuatu dalam kemarahanmu kata-katamu meninggalkan bekas menyerupai lubang ini dihati orang lain….

Ayah : kau dapat menusukkan pisau atau pedang kepada seseorang, kemudian mencabutnya. Tetapi tidak perduli kau sudah minta maaf atau belum minta maaf luka tersebut tetap ada dan luka lantaran kata-kata itu memiliki efek yang lebih jelek daripada luka fisik…

Dalam sebuah hadits Nabi Muhammad S.A.W Bersabda :

"Orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya berkata yang baik atau (jika tidak bisa) lebih baik diam" (HR. Bukhori)

"Orang yang disebut muslim yaitu orang yang dapat menjaga tangannya dan lisannya dari menyakiti muslim yang lain"

(HR. Bukhori)

Semoga dongeng ini bermanfa’at Untuk pembaca sekalian.

0 Response to "Nih Pentingnya Menjaga Verbal Dalam Islam"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel