Nih Lingkok Kuwieng, “Lembah Istana” Daerah Wisata Padang Tiji(Aceh Pidie)
Menelusuri Lingkok Kuwieng, “Lembah Istana” di Padang Tiji
PADANG TIJI, sebuah Kecamatan yang berjarak sekitar 12 Km dari Kota Sigli, Kabupaten Pidie, daerah yang bentang alam berbatasan eksklusif dengan Aceh Besar tersebut menyimpan banyak misteri alam yang tak terduga untuk dilihat.Seperti di pedalaman hutan Gampong Pulo Hagu, Padang Tiji, yang mempunyai lembah yang sangat indah. Masyarakat setempat sering menyebutnya Lingkok Kuwieng atau Uruek Meuh.
Saat ditelusuri Oleh Tim Pidie Buletin yang dibantu Mapala Jabal Everest Unigha Sigli, tempat hutan tropis di lembah itu sangat berbeda jauh dengan lembah lainnya di Pidie.
Sepintas mata, lembah itu bagaikan sebuah Istana yang mempunyai riwayat hidup ribuan tahun, bebatuan dan sendimen menciptakan kita berfikir apakah ini sebuah kerajaan atau sebuah candi-candi purbakala, bebatuan yang tersusun rapi membawa kita untuk berfikir apakah ini ialah buatan manusia. Belum ada klarifikasi ilmiah mengenai munculnya bebatuan tersebut.
Menurut mantan Ketua Devisi Speleologi (Ilmu bebatuan dan Goa) Mapala Unigha Sigli, Safrijal memperkirakan, bebatuan tersebut merupakan bebatuan kars yang terkikis oleh air semenjak ribuan tahun kemudian sehingga membentuk satu pola.
Penasaran dengan tempatnya, bagi yang menyukai Adventure, lokasinya hanya sekitar 120 menit melaju dari Gampong Pulo Hagu, memakai sepeda Motor melewati perbukitan, kita akan datang di Istana tersebut.[]
PADANG TIJI, sebuah Kecamatan yang berjarak sekitar 12 Km dari Kota Sigli, Kabupaten Pidie, daerah yang bentang alam berbatasan eksklusif dengan Aceh Besar tersebut menyimpan banyak misteri alam yang tak terduga untuk dilihat.Seperti di pedalaman hutan Gampong Pulo Hagu, Padang Tiji, yang mempunyai lembah yang sangat indah. Masyarakat setempat sering menyebutnya Lingkok Kuwieng atau Uruek Meuh.
Saat ditelusuri Oleh Tim Pidie Buletin yang dibantu Mapala Jabal Everest Unigha Sigli, tempat hutan tropis di lembah itu sangat berbeda jauh dengan lembah lainnya di Pidie.
Sepintas mata, lembah itu bagaikan sebuah Istana yang mempunyai riwayat hidup ribuan tahun, bebatuan dan sendimen menciptakan kita berfikir apakah ini sebuah kerajaan atau sebuah candi-candi purbakala, bebatuan yang tersusun rapi membawa kita untuk berfikir apakah ini ialah buatan manusia. Belum ada klarifikasi ilmiah mengenai munculnya bebatuan tersebut.
Menurut mantan Ketua Devisi Speleologi (Ilmu bebatuan dan Goa) Mapala Unigha Sigli, Safrijal memperkirakan, bebatuan tersebut merupakan bebatuan kars yang terkikis oleh air semenjak ribuan tahun kemudian sehingga membentuk satu pola.
Penasaran dengan tempatnya, bagi yang menyukai Adventure, lokasinya hanya sekitar 120 menit melaju dari Gampong Pulo Hagu, memakai sepeda Motor melewati perbukitan, kita akan datang di Istana tersebut.[]


0 Response to "Nih Lingkok Kuwieng, “Lembah Istana” Daerah Wisata Padang Tiji(Aceh Pidie)"
Posting Komentar