Nih Sejarah Teungku Chik Di Pasi

Membangun Dalam Semalam
Dengan nama Allah yang penuh kasih dan sayang kepada hamba-Nya, tanah ini ciptaan Tuhan, air inipun ciptaan-Nya, alasannya kita sama-sama makhluk yang diciptakan-Nya, maka dari itu ikutilah goresanku ini”. Dengan diawali doa tersebut, Teungku Chik Di Pasi menggoreskan sebuah tongkat ke tanah. Pekerjaan ini dimulai dari pegunungan Bukit Barisan melalui kecamatan-kecamatan Titeue/Keumala, Kota Bakti, Mutiara, Indrajaya, Kembang Tanjung, dan Simpang Tiga. Dari ukiran tongkat tersebut muncul sebuah kanal air sejauh 25 km, yang kini dikenal dengan Lueng Bintang. Pekerjaan seluruhnya berlangsung dalam satu malam. Sebelum seluruh pekerjaan selesai, fajar menyingsing di ufuk timur. Pekerjaan yang tersisa kemudian dilanjutkan secara bergotong royong oleh masyarakat, yaitu semenjak dari Kuta Cot Ara Jurong hingga dengan Pante Gigieng, kampung kelahiran beliau.
 Dengan nama Allah yang penuh kasih dan sayang kepada hamba Nih Sejarah Teungku Chik Di Pasi


Membangun Lueng Bintang ialah karya Teungku Chik Di Pasi. Nama dia yang gotong royong ialah Abdus Salam bin Burhanuddin, lahir di Gigieng, lebih kurang 20 km sebelah timur Kota Sigli. Ayahnya, Tuan Syarif Burhanuddin, berdarah adonan Kurdi dan Turki, ialah seorang ulama besar Kesultanan Aceh. Sejak umur 15 – 35 tahun dia bermukim di Mekkah memperdalam pengetahuan kaligrafi, jurnalistik, seni sastra, tafsir Al-Qur’an, dan hadits. Karya seni Syeikh Abdus Salam hingga kini masih tersimpan di Mesjid Guci Rumpong.

Makam Tgk. Chik Di PasiSekembali dari Mekkah, dan sesudah beberapa tahun menetap di kampung kelahirannya, dia pergi berkhalwat pada perguruan tinggi seorang Teungku Tapa di Gunung Geureudong, Kabupaten Aceh Tengah selama lebih kurang dua tahun. Setelah itu dia kembali ke kampung dengan dibekali gurunya sebuah tongkat. Tongkat itu sanggup dipakai untuk menggali tanah hanya dengan menggoreskanya pada daerah yang diinginkan. Beliau menjalani sisa hidupnya di kampung Waido dengan menurunkan pengetahuannya kepada murid-murid yang tiba berguru padanya. Sampai kini masyarakat percaya bahwa Teungku Chik Di Pasi menerima karamah dari Allah swt., selagi dia masih hidup maupun sekarang. Makamnya di Ie Leubeue, Kecamatan Kembang Tanjung kira-kira 20 km di sebelah timur Kota Sigli, sering diziarahi orang. Kepercayaan demikian antara lain terlihat pada potongan-potongan kain putih yang digantungkan pada makam (pupanji). Batu nisan dan makam juga diselubungi dengan kain putih.

 Dengan nama Allah yang penuh kasih dan sayang kepada hamba Nih Sejarah Teungku Chik Di Pasi


Bagi masyarakat Pidie, Teungku Chik Di Pasi dipandang sebagai pemimpin pembangunan, pembebas rakyat dari ketidakberdayaan, dan pembimbing ke jalan kebenaran. Semasa hidup, dia tidak sanggup mentolerir perilaku berpura-pura dari orang-orang yang dijumpainya. Prinsip hidupnya ialah amar makruf nahi munkar; membimbing umat kepada kebenaran dan mencegah mereka dari kemungkaran. Berulang kali masyarakat menyaksikan, bahwa dusta itu menghancurkan diri sendiri. Seseorang yang bersalah, tetapi tidak mau mengakui kesalahannya, kemudian mengangkat sumpah seraya diletakkan Alquran goresan pena tangan dia di atas kepala sambil berdiri di atas sebuah kerikil bopeng (batee siprok), badannya terkoyak-koyak. Al-Qur’an goresan pena tangan dia dikenal dengan Seureubek.

Saluran irigasi Lueng Bintang merupakan bukti konkret dari tugas ilmu dan doktrin dalam pembangunan fisik maupun spiritual. Beliau membangun dalam semalam dan wujud konkrit karenanya sanggup dimanfaatkan berabad-abad kemudian. Karena itu bukan tidak beralasan jikalau makam dia di Pasi Ie Leubue menerima kunjungan dari banyak sekali kalangan, dengan tujuan hanya satu, yaitu untuk memanjatkan doa dan rasa syukur kepada Allah swt. atas ke-Maha Kuasa-an Nya memberdayakan hamba-Nya. Ya Allah, limpahkanlah rahmat-Mu kepada Almarhum Teungku Chik Di Pasi. Jangan Engkau hilangkan bagi kami ganjaran dia dan jangan Engkau sesatkan kami sesudah beliau. Amin”.

0 Response to "Nih Sejarah Teungku Chik Di Pasi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel