Nih Tingkatan Neraka Dan Siksaannya

Nama-Nama Neraka dan Calon Penghuninya Beserta Dalilnya Berdasarkan Amal Perbuatannya di Dunia

Mengenai nama-nama neraka dan penghuninya, akan kita bahas berikut ini. Sebelum itu, lebih baik kita perjelas bahwa, semakin kebawah, maka neraka semakin ahli siksaanya. Kebawah maksudnya yaitu hitungan atau urutan satu atau yang paling rendah hitungannya atau tingkatannya. Berikut sudah kami rangkum sesuai tingkatannya dari bawah ke atas:

Nama Neraka dan Calon Penghuninya Beserta Dalilnya Berdasarkan Amal Perbuatannya di Dunia Nih Tingkatan Neraka dan Siksaannya

Nama-nama neraka dan calon penghuninya menurut amal perbuatannya:

1. Neraka Jahannam

Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran Surat Al-hijr ayat 43.

وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعِينَ

Dan Sesungguhnya Jahannam itu benar-benar daerah yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya.(Qs. Al-hijr ayat 43)

Nah, yang manakah syaitan itu? Apakah cuma yang dinamakan makhluk halus yang jahat dan yang suka mengganggu atau bagaimana? Sesungguhnya syaithan bentuknya ada 3 (tiga) yaitu:

a. Ucapan para dukun, peramal;
b. Hawa nafsu (egoisme);
c. Mengkultuskan kepada seseorang.

2. Neraka Jahim

Neraka ini yaitu urutan ke-2 dan calon penghuninya di jelaskan atau tercantum dalam Al-Quran surat As-Syu'araa ayat 91 yang didalamnya ditempati orang-orang musyrik.

وَبُرِّزَتِ ٱلْجَحِيمُ لِلْغَاوِينَ

Dan diperlihatkan dengan terang neraka Jahim kepada orang- orang yang sesat",(Qs. As-Syu’ara ayat 91)

Dan Allah berfirman pula:

إِنَّا جَعَلْنَٰهَا فِتْنَةًۭ لِّلظَّٰلِمِينَ إِنَّهَا شَجَرَةٌۭ تَخْرُجُ فِىٓ أَصْلِ ٱلْجَحِيمِ طَلْعُهَا كَأَنَّهُۥ رُءُوسُ

ٱلشَّيَٰطِينِ فَإِنَّهُمْ لَءَاكِلُونَ مِنْهَا فَمَالِـُٔونَ مِنْهَا ٱلْبُطُونَ ثُمَّ إِنَّ لَهُمْ عَلَيْهَا لَشَوْبًۭا مِّنْ حَمِيمٍۢ

ثُمَّ إِنَّ مَرْجِعَهُمْ لَإِلَى ٱلْجَحِيمِ إِنَّهُمْ أَلْفَوْا۟ ءَابَآءَهُمْ ضَآلِّينَ

citra neraka, calon penghuni neraka, azab dan siksa, aakibat amal jahat, penduduk neraka.

Sesungguhnya Kami menyebabkan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang zalim. Sesungguhnya beliau yaitu sebatang pohon yang keluar dari dasar neraka yang menyala. Mayangnya ibarat kepala syaitan-syaitan. Maka Sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, Maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu. Kemudian setelah Makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka menerima minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas. kemudian Sesungguhnya daerah kembali mereka benar-benar ke neraka Jahim. Karena Sesungguhnya mereka mendapati bapak-bapak mereka dalam keadaaan sesat. (Qs. Ash-shaffaat ayat 63-69)

Neraka Jahim yaitu daerah penyiksaan untuk orang-orang sesat atau orang musyrik atau orang yang menyekutukan Allah dan orang-orang yang zalim. Mereka akan disiksa oleh apa yang mereka sembah atau mereka sekutukan. Dalam pedoman Islam syirik yaitu sebagai salah satu dosa paling besar di sisi Allah, karena syirik berarti menganggap bahwa ada dewa yang lebih ahli dan berkuasa sehebat Allah dan sanggup pula menganggap bahwa ada Tuhan selain Allah.

3. Neraka Hawiyah

Neraka yang ke-3 yaitu neraka Hawiyah. Adapun orang yang akan menjadi calon penghuni neraka ini yaitu orang yang ringan timbangan kebaikannya sebagaimana dijelaskan oleh Allah SWT. dalam Al-Quran Surat Al-Qari'ah ayat 9-10.

وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُمُّهُۥ هَاوِيَةٌۭ وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا هِيَهْ نَارٌ حَامِيَةٌۢ

Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka daerah kembalinya yaitu neraka Hawiyah. Tahukah kau apakah neraka Hawiyah itu? (yaitu) api yang sangat panas. (Qs. Al-Qari’ah ayat 8-11)

Neraka yang diperuntukkan bagi orang-orang yang ringan timbangan amal perbuatannya, yaitu mereka yang mengerjakan amal kebaikan bercampur dengan amal mungkar atau amal kejahatan. Orang islam pria dan perempuan yang tindakan serta amalannya tidak sesuai dengan tuntutan dalam agama Islam, ibarat para perempuan muslim yang tidak menggunakan jilbab, bagi para lelaki muslim yang sering menggunakan pakaian yag terbuat dari sutra dan pemanis emas, mencari rejeki dengan cara tidak halal, memakan riba dan sebagainya, Hawiyah yaitu sebagai daerah tinggalnya.

4. Neraka Wail

Urutan neraka ke-4 yaitu neraka Wail. Neraka ini disediakan untuk para pedagang-pedagang dan para pengusaha yang suka curang, yaitu dengan mengurangi timbangan atau mencampurkan barang-barang yang sudah tidak layak dengan barang bagus, mencalokan barang dagangan dengan tujuan mendapatkan laba yang berlipat ganda. Barang dagangan mereka itu akan dibakar dan dimasukkan kedalam perut mereka sebagai azab atas perbuatan dosa-dosa mereka. Dan juga orang yang lalai dalam shalat, berbuat riya serta orang yang tidak mengeluarkan zakat. Calon penghuni neraka wail sebagaimana tercantum dalam Al-Quran Surat Al-Muthaffifin, ayat 1-3.


وَيْلٌۭ لِّلْمُطَفِّفِينَ ٱلَّذِينَ إِذَا ٱكْتَالُوا۟ عَلَى ٱلنَّاسِ يَسْتَوْفُونَ وَإِذَا كَالُوهُمْ أَو وَّزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ

Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang (yaitu) orang-orang yang apabila mendapatkan dosis dari orang lain mereka minta dipenuhi,Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. (Qs. Al-Muthaffifin ayat 1-3)

Yang dimaksud dengan orang-orang yang curang di sini ialah orang-orang yang curang dalam menakar dan menimbang. Misalnya seorang pedagang menjual gula dengan harga sekilo 10.000 rupiah, akan tetapi beliau mengurangi takarannya atau bahkan mengotak-atik timbangan semoga setiap kali menimbang maka akan cepat naik pada takarannya. Dalam artian, si pembeli sudah kekurangan takarannya sedangkan harga yang dibayar tetaplah sama.

Akan tetapi, jikalau sipedagang melakukannya dengan cara tidak sengaja atau tidak diketahui kerusakan yang terjadi pada timbangannya, maka beliau tidak berdosa. Dan jikalau terjadi kesilapan dalam menimbang, sudah kodrat insan sebagai insan yang tidak lepas dari kesilapan. Maka oleh karena itu, ijabkanlah setiap kali transaksi dengan mengucapkan suatu ucapan yang mengandung makna keikhlasan apabila terjadi kesilapan ibarat pola ‘lebih kurang sudah saya izinkan’. Namun, jikalau seseorang sengaja melaksanakan penipuan, maka ucapan apapun itu tidak akan mensahkan kadar untuk keikhlasannya.

Dalam ayat lain, Allah swt. berfirman:

فَوَيْلٌۭ لِّلْمُصَلِّينَ ٱلَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ ٱلَّذِينَ هُمْ يُرَآءُونَ وَيَمْنَعُونَ ٱلْمَاعُونَ

Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya dan enggan (menolong dengan) barang berguna. (Qs. Al-Ma’un ayat 4-7)

*Sebagian mufassirin mengartikan “enggan menolong dengan barang yang berguna” yaitu orang yang enggan membayar zakat.

Allah menjelaskan ihwal neraka wail yaitu dihuni oleh orang-orang yang lalai dalam mengerjakan shalat artinya mengakhirkan shalat dari waktunya, atau suka meremehkan shalat baik dalam hal mengadakan senda didalam shalatnya ataupun yang lain. Kemudian yaitu orang-orang yang berbuat riya, yaitu melaksanakan sesuatu amal perbuatan tidak untuk mencari keridhaan Allah akan tetapi untuk mencari kebanggaan atau kemasyhuran di masyarakat. Semata hanya ingin menerima kebanggaan dan pandangan baik saja. Dan termasuk juga orang-orang yang enggan membayar zakar. Maka orang-orang inilah penghuni neraka wail.

5. Neraka Sa'iir

Adapaun neraka Sa’iir berada pada posisi ke-5. Calon penghuni neraka Sa’ir yaitu orang-rang yang suka memakan harta anak yatim, dan orang-orang kafir sebagaimana telah dijelaskan oleh Allah SWT. dalam Al-quran yaitu sebgai berikut ini:

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَٰلَ ٱلْيَتَٰمَىٰ ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُونَ فِى بُطُونِهِمْ نَارًۭا ۖ وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيرًۭا

Sesungguhnyaorang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, bahu-membahu mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). (QS. Surat An Nisa Ayat 10)

Allah SWT. berfirman juga:

تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ ٱلْغَيْظِ ۖ كُلَّمَآ أُلْقِىَ فِيهَا فَوْجٌۭ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَآ أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌۭ قَالُوا۟ بَلَىٰ قَدْ

جَآءَنَا نَذِيرٌۭ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ ٱللَّهُ مِن شَىْءٍ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا فِى ضَلَٰلٍۢ كَبِيرٍۢ وَقَالُوا۟ لَوْ كُنَّا

نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِىٓ أَصْحَٰبِ ٱلسَّعِيرِ

hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah karena marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir). Penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: "Apakah belum pernah tiba kepada kau (di dunia) seorang pemberi peringatan?" Mereka menjawab: "Benar ada, sesungguhnya telah tiba kepada kami seorang pemberi peringatan, maka kami mendustakan (nya) dan kami katakan: "Allah tidak menurunkan sesuatu pun, kau tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar". Dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) pasti tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala". (QS. Al Mulk 8-10)

semoga kita jaauh dari gaolongan-golongan yang demikian. Yaitu dengan tetap memakan masakan yang halal, tidak memakan harta anak yatim dan sebagainya, serta bukan termasuk orang yang jauh dari peringatan yang tiba dari rasul-rasul Allah SWT. sungguh nereka sangat pedih siksaannya, dari pada menyesal kemudian lebih baik berbuat baik dari sekarang.

6. Neraka Saqar

Neraka yang ke-6 yaitu neraka Saqar sebagai daerah kembali untuk orang munafik, yaitu orang yang mendustakan perintah Allah dan rasul. Mereka mengetahui bahwa Allah SWT. sudah memilih aturan Islam melalui verbal Rasul Mustafa Muhammad SAW., tetapi mereka meremehkan syariat Islam. Penghuni Neraka ini telah dijelaskan dalam Al-Quran didalamnya ditempati orang-orang penyembah berhala.

Allah SWT. berfirman:

مَا سَلَكَكُمْ فِى سَقَرَ قَالُوا۟ لَمْ نَكُ مِنَ ٱلْمُصَلِّينَ وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ ٱلْمِسْكِينَ وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ

ٱلْخَآئِضِينَ وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ ٱلدِّينِ حَتَّىٰٓ أَتَىٰنَا ٱلْيَقِينُ

"Apakah yang memasukkan kau ke dalam Saqar (neraka)?". mereka menjawab: "Kami dahulu tidak Termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan Kami tidak (pula) memberi Makan orang miskin, dan yaitu Kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan yaitu Kami mendustakan hari pembalasan, hingga tiba kepada kami kematian". (Qs. Al-Muddasir ayat 42-47).

Neraka saqar akan dihuni oleh kelompok-kelompok orang yang suka meninggalkan shalatnya ataupun orang-orang yang suka menyembah berhala. Dan juga orang-orang yang kikir atau tidak mau mengembangkan harta yang diberikan oleh Allah SWT. untuk orang fakir miskin, baik meminjamkannya atau menyedekahkannya. Juga mereka termasuk orang-orang yang suka membicarakan hal yang jelek-jelek, termasuk mengupat, mengunjing dan memfitnah. Selain itu, orang yang tidak percaya akn hari pembalasan juga akan masuk dalam neraka Saqar.

Juga termasuk orang yang menentang ayat-ayat Al-quran. Sebagaiamana Allah SWT. berfirman:

ثُمَّ أَدْبَرَ وَٱسْتَكْبَرَ فَقَالَ إِنْ هَٰذَآ إِلَّا سِحْرٌۭ يُؤْثَرُ إِنْ هَٰذَآ إِلَّا قَوْلُ ٱلْبَشَرِ سَأُصْلِيهِ سَقَرَ وَمَآ

أَدْرَىٰكَ مَا سَقَرُ لَا تُبْقِى وَلَا تَذَرُ لَوَّاحَةٌۭ لِّلْبَشَرِ عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ

kemudian beliau berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri, kemudian beliau berkata: "(Al Qur'an) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu), ini tidak lain hanyalah perkataan manusia". Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar. tahukah kau Apakah (neraka) Saqar itu? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan (neraka Saqar) yaitu pembakar kulit manusia. dan di atasnya ada sembilan belas (Malaikat penjaga). (QS. Al-Muddasir ayat 23-30)

Yang dimaksud dengan tidak meninggalkan dan tidak membiarkan ialah apa yang dilemparkan ke dalam neraka itu diazabnya hingga binasa kemudian dikembalikannya sebagai semula untuk diazab kembali. Demikianlah seterusnya, azab akan terus berlangsung hingga habis dosa dan masa siksaanya. Seumpamanya kita meminta permisi pada neraka ‘wahai neraka, permisi dulu saya mahu istirahat’, tampa basa-basi neraka pasti terus mengazab dan tanpa belas kasihan.

7. Neraka Huthamah

Neraka yang berada pada urutan terkahir yaitu neraka Huthamah yaitu pda posisi ke-7. Neraka ini disediakan untuk orang-orang yang suka mengumpulkan harta benda berupa emas, perak, platina dan lainnya namun tidak mau mengeluarkan zakat disebabkan kekikiran mereka dan takut miskin dan mereka juga menghina orang miskin. Di dalam neraka Huthamah, harta benda yang mereka kumpulkan akan dibawa dan dibakar untuk diminumkan sebagai siksaan kepada insan pengumpul harta. Firman Allah SWT.:

وَيْلٌۭ لِّكُلِّ هُمَزَةٍۢ لُّمَزَةٍ ٱلَّذِى جَمَعَ مَالًۭا وَعَدَّدَهُۥ يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُۥٓ أَخْلَدَهُۥ كَلَّا ۖ لَيُنۢبَذَنَّ فِى

ٱلْحُطَمَةِ 

Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung, Dia menerka bahwa hartanya itu sanggup mengkekalkannya, Sekali-kali tidak! Sesungguhnya beliau benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. (Qs. Al-Humazah ayat 1-4)

Ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang yang suka mengumpat Nabi SAW. dan orang-orang mukmin, ibarat Umaiyah bin Khalaf, Walid bin Mughirah dan lain-lainnya. maksudnya mengumpulkan dan menghitung-hitung harta yang alhasil beliau menjadi kikir dan tidak mau menafkahkannya di jalan Allah, enggan mengeluarkan zakat dan sebagainya. Adapun maksud panasnya aben hingga ke hati yaitu rasa sakit yang diakibatkan api neraka jauh lebih memedihkan daripada api lainnya, karena api neraka sangat lembut dan sanggup memasuki pori-pori, kemudian aben hati.

Untuk itu, hati-hatilah dalam bertindak dan beramal, ingatlah azab neraka begitu pedihnya. semoga sanggup menjadi hikmah. Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla membuat jin dan insan semoga mereka beribadah hanya kepada-Nya semata, tiada sekutu bagi-Nya. Karenanya Allah SWT. mengabarkan kepada kita semua akan kepedihan siksa-Nya dan sifat negeri yang Dia persiapkan bagi siapa saja yang melaksanakan kemaksiatan kepada-Nya. Hal itu semoga mereka semua bertakwa kepada-Nya dengan mengerjakan amalan shaleh serta bertakwa kepada-Nya dengan menjauhi semua bentuk kesyirikan, bid’ah dalam agama, dan maksiat. Karenanya Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa mengulang-ulangi penyebutan neraka serta adzab dan siksaan yang Dia persiapkan bagi musuh-musuh-Nya. aamiin aamiin yaa rabbal 'alamiin.

0 Response to "Nih Tingkatan Neraka Dan Siksaannya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel