Nih Iswandi Ishak Dan Pengalaman Sakit Lambungnya

Assalamu 'alaikum,ALHAMDULILLAH Segala puji bagi Allah yang kuasa semesta Alam,dan rahmat dan salam tetap atas baginda rasulullah sallallahu alaihi wasallam,
Nama saya iswandi ishak saya lahir di aceh,anak aceh asli,keluarga saya sederhana ayah saya seorang tukang yang populer dikampung,Dan ibu saya ialah seorang irt,saya dulunya ialah tim relawan aceh,TRA,Sebenarnya fpi dan tra ialah tujuannya sama yaitu sebagai relawan,relawan membela aceh,artinya membela islam,aceh islam 99 persen,sudah niscaya fpi semua,begitu juga TRA ialah orang aceh asli,islam juga toh,jadi tidak beda antara TRA dan FPI,yang beda ialah pemikirannya,kegiatan sya sehari ya menulis,atau kadang mengedit artikel untuk sya bagikan di blog,saya ialah salah satu laskar siaga bencana,saya gembira jadi anggota fpi,membantu korban tragedi alam,gempa bumi,gunung meletus,banjir,dll sebagainya,
Saya menceritakan sedikit wacana acara pada dikala mengikuti diklat di pucok krueng kecamatan lhoknga kabupaten besar.


Pada hari jum'at tanggal 27 november 2018 saya iswandi dan 2 orang perwakilan dari pidie mengikuti diklat dari FPI (front pembela islam) khusus seluruh aceh salama 3 hari.

Di hari pertama dan hari kedua diklasanakan diklat kami di dayah Nurul A'ala di gampong lampaya dengan jumlah 58 akseptor dari banyak sekali kabupaten, disitu kami hanya di d berikan bahan dan sedikit latihan - latihan biasa untuk kekompakan bersama.

Setelah hari kedua kami melaksanakan diklat di dayah tersebut, di hari ketiganya kami melanjutkan diklat di Pucok krueng raba gampong Mon Ikeun masih di Lhoknga. kami menuju kesana tidak memakai kendaraan tapi hanya berjalan kaki.


jarak dari gampong lampaya hingga pucok krueng raba hanya 7 KM. ya... hanya 7 KM di tambah dengan jalan bebatuan membukit, tapi dengan perjalan kami ini tidak menciptakan kami lelah alasannya ialah kebersama dan semangat kami menciptakan kami tetap kuat.

Selama kurang lebih 1 jam setengah perjalanan kami hingga di sana kami sempat sebentar beristirahat walaupun masih banyak acara yang harus kami lakukan, salah satunya acara yang satu ini

‌Setelah itu selesai sudah acara untuk hari itu, dan akan di lanjutkan nanti malam. Di sore itu kami mandi untuk bersiap - siap melaksanakan shalat magrib berjamaah sesudah shalat magrib berjamaah kami mendengar sedikit tausiyah dari guru kita yg senior,ataupun penitia diklat,


Setelah itu di lanjut kan dengan shalat isya berjamaah dan selesai melaksanakan shalat berjamaah kami melaksanakan acara selanjutnya,kami direndam disungai kira2 satu jam,habistu kami berguru silat lagi dengan kondisi basah,untungnya saya masih dapat bertahan dan saya dulunya juga mantan instruktur taewondo,hhe,saya cuma sayang sama pelatihnya,kalau tidak sudah kami gebukin itu yang rendam kita,tapi gg pplah pada selesai nya kita saling memaafkan dan berpelukan,tapi sayangnya saya tidak sempat minta maaf sama yg namanya bubuk sujak itu,lain semua sudah,

hingga jam 3 pagi sesudah tidur selama 2 jam dan bangkit untuk shalat subuh berjamaah dan mendengar sedikit tausiyah lagi, sesudah itu kami di kumpulkan kembali untuk melanjutkan acara yang terakhir yaitu latihan renang.

ALHAMDULILLAH Segala puji bagi Allah yang kuasa semesta Alam Nih Iswandi Ishak dan Pengalaman sakit Lambungnya

dan paginya kami disuguhi daging kambing untuk sarapan pagi dan kami akan melaksanakan pencucian didaerah pucok krueng,setelah itu kami di kumpul kan kembali untuk kembali ke dayah Nurul A'ala.semuanya berjalan lancar,cuma sya yang sakit alasannya ialah saya mengalami sakit asam lambung naik,yang saya ingat ialah maut sudah bersahabat sekali,seandainya ada orang sakit menyerupai saya niscaya rajin ibadah,rajin shalat berjamaah,baca qur'an,dan sedekah ,meminta maaf atas dosa yang telah kemudian baik sesama insan maupun kepada ALLAH,karna sya sendiri mencicipi sendiri menyerupai itu,saya merasa bersahabat dengan ALLAH Tuhan sekalian Alam,saya mencicipi kebesaran,keesaan dan kasih sayang ALLAH yang sangat besar untuk saya,Ya ALLAH selamatkan kepercayaan semua kaum muslimin dan muslimah diatas permukaan bumi ini,Aamiin,,sikit dongeng saya yang saya alami didunia ini.ok

Dan terakhir kali saya disitu meresa lega alasannya ialah selesai sudah diklat ini yang di adakan setahun sekali.

itulah sedikit dongeng saya dalam melaksana Diklat LAKSANA.demikianlah
wssalamu'alaikum, wr. wb

0 Response to "Nih Iswandi Ishak Dan Pengalaman Sakit Lambungnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel