Nih Biografi Abuya As-Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki Al-Hasani

Abuya Biografi As-Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki Al-Hasani
Di Tulis Oleh : Hai’ah Ash-Shofwah Al-Malikiyyah

Abuya As-Sayyid Muhammad bin As-Sayyid Alwi Al-maliki Al-Hasani lahir di kota Makkah tahun 1365 H/1945 M.Pendidikan pertamanya ialah Madrasah Al-Falah Makkah,dimana ayah dia As-Sayyid Alwi bin Abbas Al-Maliki Al-Hasani sebagai guru agama di sekolah tersebut yg juga merangkap sebagai pengajar di halaqah di Haram Makki yg tempatnya sangat masyhur bersahabat Babussalam

Setelah As-Sayyid Alwi Al-Maliki wafat,putra dia As-Sayyid Muhammad tampil sebagai penerus.Disamping mengajar di Masjidi Haram,beliau diangkat sebagai dosen di Universitas King Abdul Aziz- Jeddah dan Univesitas Ummul Qura Makkah bab ilmu Hadith dan Usuluddin.Cukup usang dia menjalankan tugasnya sebagai dosen di dua Universiatas tsb,sampai dia tetapkan mengundurkan diri dan memilih mengajar di Masjidil Haram sambil membuka majlis ta’lim rumah dia di Utaibiyyah kemudian pindah ke Rushoifah..

Pendidikan pertamanya ialah Madrasah Al Nih Biografi Abuya As-Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki Al-Hasani

Abuya As-Sayyid Muhammad Al-maliki dikenal sebagai guru,pengajar dan pendidik yg tidak beraliran keras,tidak berlebih-lebihan,dan selalu mendapatkan hiwar dengan pesan tersirat dan mauidhah hasanah.Beliau ingin mengangkat derajat dan martabat Muslimin menjadi insan yg berperilaku baik dalam muamalatnya kepada Allah dan kepada sesama,terhormat dalam perbuatan, tindakan serta pikiran dan perasaannya.

Beliau ialah orang cerdas dan terpelajar,berani dan jujur serta adil dan cinta kasih terhadap sesama.Itulah aliran utama Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alwi Almaliki.Beliau selalu mendapatkan dan menghargai pendapat orang dan menghormati orang yg tidak sealiran dengannya atau tidak searah dengan thariqahnya.Dalam kehidupannya dia selalu bersabar dengan orang-orang yg tidak bersependapat baik dengan pemikirannya atau dengan alirannya,semua yg berlawanan diterima dengan sabar dan dijawab dengan hikmah.

Beliau tahu persis bahwa kelemahan Islam terdapat pada pertikaian para ulamanya dan ini memang yg di inginkan musuh Islam.Sampai-sampai dia mendapatkan dengan rela digeser dari kedudukannya baik di Universitas dan ta’lim dia di masjidil Haram.Semua ini dia terima dengan kesabaran dan keikhlasan bahkan dia selalu menghormati orang orang yg tidak bersependapat dan sealiran dengannya,semasih mereka memiliki pandangan khilaf yg bersumber dari al-Quran dan Sunah.

Pada selesai hidup dia yg berkenaan dengan adanya kejadian teroris di Saudi Arabia,beliau mendapatkan permintaan dari ketua umum Masjidil HaramSyeikh sholeh bin Abdurahman Alhushen utk mengikuti “Hiwar Fikri” di Makkah yg diadakan pada tgl 5 sd 9 Dzul Qo’dah 1424 H/Desember 2003 M dengan judul “Al-qhuluw wal I’tidal Ruya Manhajiyyah Syamilah”, di sana dia mendapatkan kehormatan utk mengeluarkan pendapatnya perihal thatarruf atau yg lebih poluler disebut aliran yg beraliran fundamentalists atau extremist.Dan dari sana dia telah meluncurkan sebuah buku yg sangat popular dikalangan masyarakat Saudi yg berjudul “Alqhuluw Dairah Fil Irhab Wa Ifsad Almujtama”. Dari situ,mulailah pandangan dan pemikiran dia perihal da’wah selalu mendapatkan sambutan dan penghargaan masyarakat luas.

Pada tg 11 Dzul Qo’dah 1424 H/4 Januari 2004 M,beliau mendapatkan kesempatan utk menunjukkan ceramah di hadapan wakil raja Amir Abdullah bin Abdul Aziz yg isinya dia selalu menggaris-bawahi akan perjuangan menyatukan bunyi ulama dan menjalin persatuan dan kesatuan da’wah.

Di samping kiprah dia sebagai da’i,pengajar,pembibing,dosen,penceramah dan segala bentuk aktivitas yg bermangfaat bagi agama, dia pula seorang pujangga besar dan penulis unggul.Tidak kurang dari 100 buku yg telah dikarangnya,semuanya beredar di seluruh dunia.Tidak sedikit dari kitab2 dia yg beredar telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris,Prancis,Urdu,Indonesia dll.

Ketika kunjungan dia ke Malaysia pada bulan Syawwal 1423/Desember 2002 Abuya Memberi amanah kepada murid dia tertua KH.Ihya’ Ulumuddin utk menciptakan wadah bagi para alumni atas pendapat dari Abuya As-Sayyid Ahmad putra beliau,alhamdulillah pada Tgl 2 Muharrom 1424 H/5 Maret 2003 sebanyak 25 murid dia berkumpul di kediaman KH. Muhyiddin Nor Pondok Pesantren Darussalam Tambak Madu Surabaya semua setuju mewujudkan amanah dia berda’wah secara berjama’ah dengan di beri nama Hai’ah ASH-SHOFWAH yg kini kantor pusatnya berda di Jl.Gayungsari Surabaya sebelah timur Masjid Al-Akbar Surabaya dimana sudah memiliki 15 kantor cabang diseluruh Indonesia

Beliau wafat hari jumat tgl 15 romadhan 1425H /30 Oktober 2004 M dan dimakamkan di pemakaman Al-Ma’la disamping makam istri Rasulullah Khadijah binti Khuwailid.Dan yg menyaksikan penguburan dia seluruh umat muslimin yg berada di Makkah pada ketika itu termasuk para pejabat,ulama,para santri yg tiba dari seluruh pelosok negeri, baik dari luar Makkah atau dari luar negri. Semuanya menyaksikan hari terakhir dia sebelum disemayamkan,semua menyaksikan janazah dia sesudah disolati di Masjidil Haram sesudah sholat isya’ yg dihadiri oleh tidak kurang dari sejuta manusia.Begitu pula selama tiga hari tiga malam rumahnya terbuka bagi ribuan orang yg ingin mengucapkan belasungkawa dan melaksanakan `aza’.

Beliau wafat meninggalkan 6 putra,As-Sayyid Ahmad,As-Sayyid Abdullah,As-Sayyid Alwi,As-Sayyid Ali,As-Sayyid Al- Hasan dan As-Sayyid Al-Husen dan beberapa putri-putri yg tidak sanggup disebut satu persatu disini.

:Kisah mengejutkan dari Kasrin yg berangkat haji secara ghaib
Selamat tinggal ayah yg berhati baik.Selamat tinggal sosok badan yg pernah menanamkan hikmah,ilmu,teladan dihati hati kami.Selamat tinggal pemimpin umat yg tak sanggup kami lupakan dalam pendiriannya dan keikhlasannya. Selamat tinggal jagoan yg jujur,ikhlas dalam amal dan perbuatanya.Selamat jalan… selamat jalan,.. kebaikan dan kemulyaan engkau telah meliputimu semasa hidupmu dan disaat wafatmu.Engkau telah hidupi hari hari mu didunia dengan mulia,dan kini Engkau telah terima imbalannya disaat wafatmu pula dengan mulia.Jika kini kita telah berpisah utk sementara, maka kami niscaya akan menyusulmu Insya Allah dan kita niscaya akan bertemu dan berkumpul kembali…. amin yarobbal alamin.

0 Response to "Nih Biografi Abuya As-Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki Al-Hasani"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel