Nih Tujuan Ijab Kabul Dalam Islam

Tujuan pernikahan menurut Islam yang bergotong-royong yakni sebagai berikut:

Menjauhkan diri dari zina.
Allah Taala telah mentakdirkan bahwa lelaki ada nafsu/keinginan kepada perempuan. Perempuan juga ada nafsu dengan lelaki. Hakikat ini tidak sanggup ditolak. Kita tidak sanggup lari dari dorongan alamiah itu. Oleh karena itu untuk menyelamatkan keadaan maka tujuan kita menikah semoga jangan hingga kita melaksanakan zina yang terkutuk. Mestilah kita menikah semoga ia tersalur secara yang halal yang memang dibenarkan oleh Allah Taala yang Maha Pengasih.

Mendapatkan keturunan.
Daripada hubungan suami isteri itu, yakni sebagai alasannya yakni pertemuan benih kedua jenis insan yang akan melahirkan zuriat (keturunan), anak-anak, cucu-cucu yang ingin sangat kita jaga, asuh, didik, diberi dogma dan ilmu, semoga menjadi hamba-hamba Allah yang berakhlak dan bertaqwa. Yang akan menyambung usaha Islam kita semoga usaha Islam kita bersambung selepas kita mati. Memang setiap umat Islam yang belum rusak jiwanya sangat menginginkan generasi penerusnya.

Mendapatkan tenaga untuk kemajuan Islam.
Dari keturunan yang kita dapatkan dari pernikahan, kita inginkan anak yang akan kita didik menjadi seorang Islam yang sejati dan anak itu yakni merupakan aset kepada kita. Anak itu sendiri pula boleh menjadi harta dan tenaga kepada Islam.

Aset simpanan di akhirat.
Dengan ijab kabul itu, jikalau tujuan kita menerima anak berhasil, dan berhasil pula dididik dengan Islam dan menjadi seorang muslim yang berguna, lalu ia akan melahirkan cucu yang juga berjaya dididik secara Islam dengan sebaik-baiknya, berapa banyak pahala yang kita sanggup sambung-menyambung. Itu yakni merupakan aset simpanan kita di Akhirat kelak

menurut Islam yang bergotong-royong yakni sebagai berikut Nih Tujuan Pernikahan Dalam Islam

Sabda Rasulullah SAW:
Maksudnya: Apabila meninggalnya anak Adam maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga masalah yaitu doa anak yang soleh, sedekah jariah dan ilmu yang bermanfaat. (Riwayat Muslim)
Mewujudkan suatu masyarakat Islam.
Alangkah indahnya kalau Islam yang maha indah itu sanggup menjadi budaya hidup sebagaimana yang pernah mengisi ruangan dunia ini di masa yang silam, selama tiga kala dari semenjak Rasulullah SAW. Sekarang keadaan itu tinggal nostalgia saja. Yang tinggal pada hari ini hanya dogma dan ibadah. Itu pun tidak semua umat Islam mengerjakannya. Kita sangat ingin keindahan Islam itu sanggup diwujudkan. Di dalam suasana keluarga pun jadilah, karena hari ini, hendak buat lebih dari itu memang amat sulit sekali. Lantaran itulah ijab kabul itu amat perlu sekali karena hendak melahirkan masyarakat Islam kecil. Moga-moga dari situ akan muncul masyarakat Islam yang lebih besar.

Menghibur hati Rasulullah SAW.
Seorang muslim bukan saja diperintah untuk mencari keredhaan Allah Taala tetapi diperintah juga untuk menghibur hati kekasih Allah Taala yaitu Rasulullah SAW, yang mana Rasulullah SAW sangat berbangga dengan ramainya pengikut atau umatnya di Akhirat kelak. Maka alasannya yakni itulah Rasulullah SAW menyuruh umatnya menikah.
Maksudnya: Bernikahlah kau supaya kau berketurunan dan supaya kau menjadi banyak, karena sesungguhnya saya akan berbangga dengan umatku yang ramai di hari Kiamat. (Riwayat Al Baihaqi)
Setiap umat Islam hendaknya apa yang menjadi kesukaan Rasul-Nya itulah juga kesukaan mereka.

Menambah jumlah umat Islam.
Kalaulah Rasulullah SAW berbangga dan bergembira dengan banyaknya umat, maka kita sepatutnya juga berbangga dengan ramainya umat Islam di dunia ini. Maka untuk memperbanyakkannya, karena itulah kita menikah. Kaprikornus kita menikah itu ada bermotifkan untuk menambah jumlah umat Islam. Ada harapan Islam sejagat. Kita menikah itu ada harapan besar, bukan sekadar sebatas hendak melepaskan nafsu seks menyerupai harapan kebanyakan manusia.

Menyambung zuriat/keturunan.
Menikah itu jangan hingga putus zuriat karena kita berbangga sanggup menyambung zuriat yang mendapatkan Islam sebagai agamanya dan dengan keturunan itulah orang kenal siapa asal-usul kita atau mereka.

Menghibur hamba Allah.
Tujuan-tujuan lain sebagai maksud embel-embel daripada ijab kabul bahwa setiap lelaki dan wanita yang menjadi pasangan suami isteri hendaklah meniatkan satu sama lain hendak memberi hiburan kepada seorang hamba Allah Ta'ala yang inginkan hiburan, karena niat menghiburkan orang mukmin itu menerima pahala.

Demikianlah beberapa tujuan ijab kabul yang ada hubungan dengan kemajuan Islam. Nampak bahwa ijab kabul itu bukan sekedar untuk memenuhi keperluan nafsu antara pria dan perempuan, namun ada banyak tujuan-tujuan lain yang menghasilkan kemuliaan dalam Islam. Jika sudah memahami tujuan-tujuan tersebut, maka akan lebih gampang dalam menentukan orang yang akan dijadikan pasangan hidup.

Selain atas dasar tujuan-tujuan ini, ada juga sebagian orang yang menikah atas dasar tujuan yang kurang kuat.

0 Response to "Nih Tujuan Ijab Kabul Dalam Islam"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel